Membuat Palang Pintu Untuk Anak

Melihat tumbuh kembang anak memang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua. Makanya tidak heran kan kalau segala apa yang dibutuhkan anak untuk bisa berkembang dengan maksimal, orang tua pastikan akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya. Dengan kemajuan teknologi dan beredarnya tren beberapa tahun belakangan ini, bahkan orang tua kerap kali mengabadikan momen tumbuh kembang anak dalam jurnal, footage dan video.

Jika berkata tentang memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik, rasanya tidak satu pun orang tua yang merasa keberatan dan hendak membatasi. Berbagai dukungan tidak segan diuapayakan orang tua. Beberapa cara di antaranya adalah dengan menyediakan nuansa yang nyaman misalnya nuansa belajar sembari bermain dengan wallpaper dinding kamar anak bernuansa planetarium atau tumbuh-tumbuhan.

Namun kerap kali anak-anak, pengetahuan dan didorong dengan rasa penasarannya malah nyarin mendekati bahaya. Apalagi untuk anak-anak yang tergolong ke dalam anak hiperaktif. Para orang tua tentu haruslah lebih ekstra lagi dalam mengawasi anak-anak bermain. Orang tua harus pastikan bahwa anak menjauhi benda-benda tajam, kolam renang, benda berat dan lantai licin. Anak-anak juga perlu diajarkan untuk tidak lari-larian keluar rumah apalagi kalau rumah kamu ternyata terletak di pinggir jalan. Tentu akan menjadi riskan dan khawatir akan ada kendaraan yang berseliweran. Anak-anak mana tahu untuk minggir atau berhenti, mereka hanya tahu bermain. Lain halnya jika anak bermain di dalam kamarnya yang sudah dipastikan aman dan rapi dengan mainan yang ada serta aura yang pas bagi anak dengan menambahkan wallpaper kamar anak. Namun ‘mengurung’ anak di kamar pun tidak menjadi benar, bukan?

Untuk mengatasi hal tesebut, maka ada baiknya rumah atau pintu dilengkapi dengan sebuah plang yang bisa menjadi pengamanan double untuk anak. Mereka tetap bisa melihat keluar meski tidak harus keluar. Namun dalam membuat plang pintu untuk anak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai untuk menghindari anak dari bahaya justru anak malah berhadapan dengan bahaya lainnya.

Pilih Bahan Dan Bentuk Yang Tidak Menyakiti

Untuk memastikan anak aman dari bahaya, maka dalam membuat plang pintu pun ada baiknya untuk memilih bahan dan bentuk yang tepat untuk anak. Jangan sampai bahan dan bentuk plang pintu malah menyakiti anak. Beberapa orang memilih menggunakan kain untuk membatasi ruang satu dengan lainnya atau antara ruang dasar dengan anak tangga. Namun dengan bahan kain saja, anak tentu bisa dengan mudahnya menerobos masuk. Selain kain, maka kayu dan besi ringan atau alumunium bisa dijadikan bahan alternatif untuk dijadikan plang pintu. Selain sifatnya yang lebih kokoh, bentuknya pun bisa dibuat fleksibel sehingga bisa menghindari area tajam yang bisa saja menyakiti anak sewaktu-waktu.

Celah dan Jarak Celah

Sering kali demi alasan estetika, plang pintu dibuat dengan design dan motif tertentu. Entah dengan ukiran atau motif lubang-lubang yang menimbulkan beberapa celah. Dengan imajinasi dan ide anak-anak yang masih segar, celah-celan ini bisa dimanfaatkan rasa penasarannya sebagai sebuah ajang percobaan dalam bermain. Entah jarinya yang dimasukkan, tangannya atau bahkan kepalanya. Untuk itu penting mempertimbangkan celah dan jarak celah yang sesuai dengan ukuran-ukuran bagian tubuh anak sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika hendak menghindari anak cidera karena adanya celah maka bahan kaca bisa menjadi alternatifnya. Dan jika kesan bening dari kaca membuat anak semakin penasaran akan apa yang ada di depannya maka dengan menggunakan sisa wallpaper dinding kamar anak perhatian mereka bisa sedikit dialihkan. Tingginya pun perlu diperhatikan. Jangan sampai anak kelelep dan jangan pula terlalu rendah bagi anak. Hal ini untuk menghindari anak untuk melangkah atau memanjat.

Kuatkan Kusen Pintu

Selain memilih bahan dan mempertimbangkan celah, jangan lupa pula untuk mengecek kusen pintu yang menempel pada dinding. Apakah sudah cukup kuat atau masih rentan terhadap dorongan dan hentakan? Mengingat gerakan anak yang sangat aktif tidak menutup kemungkinan untuk mereka melakukan gerakan-gerakan yang bisa membuat kendur kusen pintu pada dinding.

Selain mencegah anak untuk main terlalu jauh dalam jangkauan yang luas, orang tua perlu mempertimbangkan pula untuk menyediakan ruangan yang aman dan ramah bagi anak-anak untuk bermain. Sehingga tidak ada alasan bahaya yang akan membatasi ruang gerak anak. Bisa saja dengan menyediakan satu ruangan khusus untuk anak bermain. Ruangan tersebut bisa diatur dengan berbagai mainan, box tempat menata mainanya, karpet dan dilengkapi dengan ornamen-ornamen lucu yang mampu menyita perhatian anak. Dengan memberikan sentuhan wallpaper kamar anak agar ruangan semakin ciamik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *