Perbedaan Kayu MDF dan Multiplek

Dalam dunia konstruksi khususnya interior, tentu banyak sekali material yang digunakan untuk menjadikan sebuah interior sempurna. Salah satu material yang banyak digunakan adalah kayu. Kayu sendiri untuk interior banyak sekali jenisnya, seperti adanya kayu mdf dan kayu multiplek. Walaupun berbeda jenisnya, banyak orang yang sulit membedakan antara keduanya walaupun keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Perbedaan MDF dan Multiplek

Kedua jenis kayu untuk interior ini banyak dijual di pasaran dengan harga variatif dan tentu saja memiliki ragam kegunaan yang berbeda. Adapun perbedaan antar keduanya di antaranya:

1. Kayu Multiplek

Kayu Multiplek

Multiplek merupakan produk kayu yang terbentuk dari lembara veneer kayu yang ditumpuk dan dikompres menggunakan tekanan tinggi. Berlapis-lapis veneer kayu diikat dan direkat agar membentuk satu bagian solid. Adapun arah perekatannya selalu berlawanan dengan pola serat veneer agar mampu membentuk ikatan yang kuat. Umumnya jumlah lapisan veneer untuk multiplek berjumlah ganjil lebih dari tiga. Semakin tebal lapisannya, maka semakin bagus kualitasnya.

Tingkat ketebalan multiplek akan menentukan kegunaannya. Multiplek tipis umumnya digunakan untuk bahan baku kerajinan atau dekorasi interior. Sedangkan multiplek tebal umumnya digunakan untuk bahan dasar properti seperti lemari.

Kelebihan kayu jenis ini adalah adanya ukuran yang variatif sehingga dapat digunakan untuk berbagai hal. Selain itu karena lapisannya kuat, kayu jenis ini tahan terhadap air sehingga tidak mudah lapuk. Namun di samping kelebihannya, multiplek juga memiliki kekurangan yaitu harganya lebih mahal dan lebih sulit dipotong bahkan jika tidak hati-hati akan merusak susunannya yang mulus dan lurus.

2. Kayu MDF

Kayu MDF

Medium density fiberboard merupakan jenis kayu yang terbuat dari potongan kayu atau serpihan kayu. Karena kayu ini tersusun dari potongan dan serpihan kayu, hasilnya tidak ada sedikitpun pori pada produk kayu. Semua jenis potongan kayu baik itu kayu lunak maupun kayu keras dapat diolah menjadi kayu MDF.

Cara membuat kayu ini adalah dengan mengumpulkan potongan atau serpihan kayu lalu mengelemnya dan memanaskannya diserta dengan tekanan tinggi sehingga semua potongan dan serpihan kayu merekat kuat sempurna.

Kayu jenis ini memiliki rekatan yang lebih kuat dibandingkan dengan kayu multiplek sehingga lebih kokoh dan kuat. Itulah mengapa kayu jenis ini cocok jika dijadikan pondasi pembantu atau dijadikan partisi dan lantai. Kayu jenis ini juga memiliki permukaan lebih halus dibandingkan dengan permukaan multiplek sehingga dapat dicat dengan mudah.

MDF di pasaran memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan kayu multiplek. Selain itu karena terbuat dari potongan dan serpihan kayu, kayu jenis ini sangat mudah dibentuk dan dipotong sehingga memudahkan pengrajin funitur melakukan pekerjaannya dengan baik.

Namun di samping itu, Anda juga harus mengetahui kekurangan kayu ini. Kayu ini tidak memiliki pori-pori dan sangat padat sehingga massanya juga lebih berat dibandingkan dengan multiplek. Kayu yang tanpa pori-pori juga membuatnya tidak dapat dicat menggunakan pernis atau wood stain. Selain itu saat proses pemotongan, karena kayu ini lebih keras, akan mudah menumpulkan alat pemotong yang Anda gunakan sehingga Anda harus sering memperbaiki dan menggantinya.

Itulah perbedaan yang harus Anda ketahui dari kayu MDF dan kayu multiplek. Kedua kayu ini memiliki masing-masing kekurangan dan kelebihan. Keduanya merupakan kayu yang sama-sama unggul dan sangat membantu dalam menyempurnakan interior Anda. Anda dapat memilih dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Dapatkan harga kayu MDF terbaik hanya di temtera.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *