Menjaga keamanan di kantor bukan sebatas menempatkan satpam dan CCTV. Untuk dapat memastikan seluruh bagian bangunan berfungsi dengan baik tanpa ada masalah elektrikal mekanikal, perlu menggunakan jasa kontraktor ME untuk pemasangan dan pemeliharaan rutin. Ventilasi yang baik, pasokan listrik yang sesuai kebutuhan, kondisi elektronik yang terjagal semua memerlukan tata udara yang baik agar terhindar dari musibah ditempat kerja.

Aneka jenis Sensor Suhu Ruangan Untuk Gedung Perkantoran

Sensor suhu ruangan adalah fitur keamanan yang dapat mendeteksi adanya perubahan suhu ruangan dengan mengubah panas menjadi listrik. Dengan demikian ruangan yang menggunakan komputer atau mesin tidak akan mengalami koslet atau arus pendek kala suhu ruangan terlalu panas. Sensor suhu ruangan akan memberi peringatan terlebih dahulu ketika mengetahui gejala perubahan suhu di ruangan. Kontraktor HVAC (Heat, Ventilation, Aired Conditioned) akan memastikan tata udara terjaga sehingga tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Berikut adalah beberapa jenis sensor suhu ruangan sesuai dengan aplikasinya.

1. Termostat (Thermostat)

Prinsip dasar mekanikal elektronikal menjadi alasan dibuatnya sensor suhu ruangan ini. Thermostat Contact Temperature Sensor dterdiri dari nikel, tembaga, tungsten dan aluminium yang akan but akan bengkok jika suhu terlalu panas sehingga dapat memutuskan atau menyambungkan sirkuitnya.

2. Thermistor

Suhu ruangan yang terdapat banyak elektronik dapat terpelihara kesejukannya dengan menggunakan thermistor.  Sensor ini terbagi menjadi dua bagian, yakni PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient) yang dapat membuat ruangan menjadi lebih dingin atau panas sesuai kondisi suhu ruangan. Responnya yang cepat, harganya yang lebih murah dari sensor lainnya serta sensivitasnya yang tinggi menjadi keunggulan sensor ini.

3. Resistive Temperature Detector (RTD)

Senor jenis ini memiliki kemiripan dengan sensor suhu ruangan thermostor. Namun Sensor Resistive Temperature Detector atau RTD lebih akurat dalam mendeteksi perubahan suhu udara. Ia dapat mengubah energi menjadi hambatan untuk menyeimbangkan suhu ruangan.

4. Thermocouple (Termokopel)

Bangunan kantor menggunakan sistem tata udara yang terintegrasi antara perhitungan panas, dan penyejuk ruangan dan ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan. Thermocouple merupakan jenis sensor suhu ruangan yang paling sering digunakan untuk kebutuhan bangunan perkantoran. Kontraktor HVAC akan memastikan sensor tersebut berfungsi untuk memastikan tata udara di ruangan stabil. Kelebihan thermocouple dibanding sensor lainnya adalah harganya yang terjangkau, memiliki deteksi rentang suhu yang luas, tahan lama dan tahan guncangan. Penggunaannya terhadap perubahan suhu ruangan termasuk cepat dan akurat.

Baca juga: Ternyata Model Keramik Dinding Berikut Sangat Pas untuk Kamar Mandi

5. Contact Temperature Sensor

Berbeda dengan sensor suhu yang hanya merasakan hawa panas yang berbentuk gas diudara. Sensor Suhu yang memerlukan kontak langsung ini dapat memantau perubahan selain dari hawa panas dan juga untuk benda cair dan padat. Sehingga perusahaan atau pabrik juga dapat menggunakan sensor jenis ini untuk penggunaan yang lebih variatif.

6. Non-Contact Temperature Sensor

Sensor jenis ini adalah kebalikan dari sensor suhu yang memerlukan kontak. Tidak dibutuhkan adanya kontak fisik langsung pada sensor ruangan Non-Contact Temperature Sensor. Konversi dan penyesuaian suhu ruangan yang seimbang dapat dilakukan langsung pada ruangan atau bahkan obyek yang perlu diketahui kondisinya.

Terdapat banyak jenis sensor suhu ruangan untuk menjaga kestabilan tata udara di perkantoran. Dengan menyesuaikan budget, luar ruangan dan kelengkapan sensor maka keamanan gedung akan terjaga dari ancaman kecelakaan karena ruangan terlalu panas atau dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *