Cara Membuat Dak Beton yang Kuat dan Anti Bocor

Ingin membuat rumah dengan 2 (dua) lantai atau membangun gedung pencakar langit? Tentu saja untuk membangun semua itu dibutuhkan dak sebagai pembatas lantai bawah dan lantai atasnya. Bahan dari dak sendiri sangat beraneka ragam seperti dak dari kayu, dak dari tanah liat atau dak yang paling umum digunakan dari injeksi beton. Dak yang dibuat harus kuat, solid dan tahan terhadap goncangan, supaya tidak mudah retak maupun roboh. Lalu bagaimana membuat dak dari beton yang baik? Berikut beberapa langkahnya.

Menghitung dan Menyiapkan Material

Menghitung luas dak yang akan dibuat dan hitung kebutuhan besi yang akan dibuat rangka secara tepat. Jangan lupa untuk menghitung komposisi dari beton yang akan dipakai nanti. Tidak disarankan untuk memakai rangka besi yang berlebihan karena hanya membuat pemborosan biaya dan struktur menjadi berat.

Cara Pengadukan

Dalam cara pengadukan dapat dilakukan dengan mesin ataupun manual yang penting hasilnya memiliki sifat homogen yaitu warna merata, butir terpisah dan adukannya tidak terlalu encer ataupun kental. Adukan bahan yang hasilnya tidak homogen bisa menyebabkan dak memiliki kualitas yang kurang bagus dan bisa berakibat bocor. Untuk menanggulanginya bisa memakai lapisan anti air seperti sika waterproofing yang bisa didapatkan secara online maupun offline.

Pengecoran Dak

Pada saat pengecoran dak sebaiknya membuat cetakan sementara dahulu untuk menahan cor agar sesuai bentuk yang diinginkan. Cetakan ini biasa disebut dengan bekisting. Setelah proses bekisting selesai maka mulai proses pembesian, usahakan kolom, pelat dan balok terikat sempurna supaya dak beton menjadi kuat tidak mudah roboh. Supaya hasil pengecoran bagus, maka prosesnya sebisa mungkin dilakukan selama 1 (satu) hari dan tidak boleh lebih.

Ketebalan Dak

Usahakan pada Ketebalan dak yang terbuat dari beton harus kuat dengan ketebalan yang di ajurkan minimal 8 cm.  Sedangkan dak lantai yang terbuat dari beton minimal memiliki tebal 12 cm. Apabila proses cor beton selesai, maka sirami dak dengan air. Hal ini dilakukan supaya cor tidak mengeras terlalu cepat yang bisa berakibat retak. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hasil pengecoran harus ditunggu maksimal 2 (dua) minggu.

Banyak orang yang lebih memilih menggunakan dak beton daripada dak kayu atau tanah liat. Kenapa demikian? Sebenarnya ada beberapa kelebihan dari penggunaan dak beton ini, antara lain memiliki struktur yang kuat, apabila ingin menambah jumlah lantai sangat memungkinkan tergantung kekuatan dak itu sendiri serta mudah dalam perawatan. Akan tetapi dibalik kelebihannya, ternyata dak beton ini juga memiliki beberapa kekurangan antara lain harga yang mahal, apabila tidak dikerjakan dengan teliti maka bisa mengakibatkan rembes atau bocor.

Berbagai macam pilihan dak bisa dipilih, sesuai dengan keinginan dan budget yang dimiliki. Apabila Anda ingin merenovasi rumah, bisa menerapkan dak beton ini sebagai alternatif atapnya. Akan tetapi jika dalam pembuatan dak komposisinya tidak tepat, maka bisa menimbulkan keretakan atau kebocoran. Oleh karena itu, untuk mencegah kebocoran tejadi bisa mengaplikasikan sika waterproofing untuk dak yang bisa dibeli dipasaran dengan harga yang bervariasi.

Sika adalah merk waterproof yang sekarang ini banyak diperjual belikan. Sika waterproofing sendiri terbuat dari bahan semen yang dicampur dengan air dan digunakan sebagai lapisan anti air pada dak beton, kolam renang, basement atau kamar mandi. Harga yang ditawarkan sekitar Rp. 100.000 untuk kemasan 3 (tiga) kg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *